Aku hanya setitik air yang hanya sedikit membuat bumi makin terang kilaunya Aku hanya secercah cahaya yang hanya sedikit membuat bulan tampak indah kelihatannya Aku hanya selembar daun yang hanya sedikit membuat rimbun pohon yang meneduhkannya
Ya Allah dan dia adalah bumi biru yang berkilau dan dia adalah bulan yang bercahaya dan dia adalah pohon yang teduh
Ya Allah Pantaskah aku iri dengan makhluk yang Engkau lebihkan? sedangkan aku tak berharga dihadapan-Mu
Saat ku lihat segenggam kehadirannya Ku rasakan ada yang mengalir Melewati relung-relung tulangku Berdesir menggetarkan jantungku Mengoyak dasar hatiku Bergejolak dalam darahku
Tapi… Harap ini sebatas ingin… Harap ini sebatas kagum… Harap ini sebatas pasrah…
Terbersit untu dekat dengannya Tersirat untuk memahaminya Terbayang untuk ada untuknya
Tapi sekali lagi… Harap ini hanya sebatas harapan Pantaskah aku untuknya???
Mau nulis lagi nih, satu ilmu pengetahuan umum yang ku dapat dari kuliah. Jadi waktu tu dosenku bertanya sama mahasiswanya “Anda tau suhu tubuh manusia itu normalnya berapa?” beberapa ada yang jawab “35 °C, pak ” ada juga yang jawab “37 °C”. Lalu kemudian pak dosen berkata “ya, benar suhunya di sekitar 37 °C”. Kemudian beliau bertanya lagi “Saudara merasakan tidak? Suhu jogja akhir-akhir ini begitu panas? Kira-kira sampai 35 °C”. “nah, apakah saudara tahu kenapa saat suhu di luar itu 30-35 °C kita masih merasa kepanasan? Padahal suhu di luar masih rendah daripada suhu tubuh kita sedangkan saat ada di ruangan ber-AC yang suhunya di sekitar 25 °C kita merasa dingin?” nah loooo, lumayan nih buat pengetahuan baru. Dari penjelasan Pak dosen tadi bisa aku ceritakan jawaban logis nya. Jadi gini, panas yang dihasilkan oleh tubuh kita akan menjalar keluar secara konveksi (perpindahan panas dari satu zat ke zat lainnya dan zat tersebut fasenya berbeda). Nah, panas ini akan berpindah dari tubuh kita (yah bias di katakan tubuh kita ini padat atau cair karena secara fisiologi ilmu anatomi tubuh manusia terdiri dari 80% air) ke lingkungan luar di mana udara luar fasenya adalah gas. Persamaan perpindahan panas Konveksi adalah sebagai berikut :
Q = h A (T-Tu)
Q = Panas konveksi yang keluar dari tubuh h = koefisien perpindahan panas konveksi A = Luas permukaan benda (tubuh manusia) T = Suhu di dalam benda (tubuh manusia) Tu = Suhu lingkungan atau suhu udara sekitar
Ambil saja asumsi bahwa nilai h di kalikan A adalah 1, maka variable yang berpengaruh adalah selisih antara T (suhu tubuh) dengan Tu (suhu udara sekitar). Jika suhu tubuh manusia dianggap tetap yaitu 37 °C maka suhu di luar akan sangat berpengaruh pada jumlah panas yang dapat keluar dari tubuh manusia. Misalkan saja suhu udara luar adalah 35 °C maka selisih ( T – Tu ) akan sebesar 2 satuan, maka nilai Q (panas yang keluar dari dalam tubuh adalah sebesar 2 satuan panas. Lalu di misalkan lagi suhu udara luar adalah 25 °C (ruangan ber-AC), maka nilai Q yang di dapat adalah 37-25 = 12 satuan panas. Nah, dari 2 keadaan tadi bisa kita lihat bahwa panas yang keluar dari tubuh kita akan lebih banyak keluar saat selisih suhu tubuh kita dengan suhu udara luar memiliki nilai yang besar. Itulah mengapa saat udara luar panas kita merasa kepanasan karena panas yang keluar dari tubuh kita sedikit sedangkan pada ruangan yang suhunya jauh lebih rendah dari suhu tubuh manusia, kita merasakan dingin karena panas yang keluar lebih banyak.
Haha, sekian analisis berbasis teknik yang sedikit sok tahu, ngawur dan ngelantur ^^ hehehehehehehe Semoga saja bisa bermanfaat. Amiiiiiiiiiiiinnn ^^
Akhirnya keinginan itu datang juga...
Ingin apa sebenernya??? Ingin nulis hehehe...
Karena bingung mau nulis apa yah jadilah cerita dulu deh tentang UTS kemarin... OKE!!
UTS = Ujian Tengah Semester, ato ada juga yang nyebut USIP = Ujian SIP hehe salah, maksudnya Ujian Sisipan
biasanya sih sama dosen di kasih porsi nyaris separo dari nilai akhir, 30-40% gitulah. Biasanya karena baru UTS banyak mahasiswa yang belum serius karena berpikiran "ah, masih ada ujian akhir". Jalan pikir kaya gini tolong jangan di ikutin, MENYESATKAN!!! soalnya nanti Ujian akhirnya biasanya dapet 'SURPRIZE' dari dosen alias soalnya susah. Makanya di coba buat serius di UTS n juga d UAS nya. Benerkah serius??? Oke, kita simak ajah perjalanannya dari sini
Senin, 19 Oktober 2009
Wah hari pertama minggu pertama ujian malah kosong nih. Jadilah isinya facebook-an, hueheheheheh tapi malemnya belajar koq ^^
Selasa, 20 Oktober 2009, 8-10 am
Ujian pertama ber-title SDAI, Sumber Daya Alam Indonesia. Sesuai namanya yah kuliah yang mempelajari tentang sumber daya alam apa ajah yang ada di bumi Indonesia ini. Yang di pelajari semalem sih tentang Kelapa sawit, Kelapa, dan Pohong alias Singkong. Paginya berangkat dengan wajah berseri, ah bukan ujian yang susah karena hafalan nih. Masuk kelas dan... duduk di paling depan humm g masalah juga ci. Waktu ujian akhirnya, dapet soal. Baca deh satu-satu, eh begitu sampai no.4 (ato 5 gt) muncul kata asing 'Blotong'. Walah paaaak ni apaan juga. Ga ada di catetan :'( . kalo dari kata di soal sih 'Blotong' tuh limbah dari pabrik gula. Yang di tanyain pemanfaatannya. Walah barangnya aja ga tau gimana bentuknya. Yah akhirnya d jwablah dengan seadanya di ubah jadi etanol ^^'. Tapi overall ujian har ini sukses.
Rabu, Kamis-21,22 Oktober 2009
Isinya cuma leyeh-leyeh di kamar n nyicil baca-baca buat ujian hari jum'at.
Jum'at, 23 Oktober 2009, 8-10 am
Ujian AirIn, singkatan dari Air Industri. Yah lumayan juga, walaupun cuma 1 sks tapi ada hafalan n ada hitungan. Hafalannya sih seputar pengolahan air. Kalo dari air laut tuh gimana prosesnya, kalo dari air sungai beda lagi karena secara komponen yang di kandung, air sungai dan air laut punya pengotor yang berbeda jadi treatment nya juga beda. kalo hitungannya seputar settling velocity atau kecepatan suatu partikel untuk mengendap pada proses sedimentasi. Pake trial n error ngerjainnya n juga melibatkan bilangan reynold, yaitu suatu bilangan tak berdimensi yang berguna untuk mengetahui sifat aliran suatu fluida, apakah dia masuk laminer, turbulen, atau transisi.
Sampailah di ruang ujian, dapet soal ennnnn....... at least bisa di kerjakan tapi waktu itu ada pertanyaan yang buat aq berkata "aduuuh, apaan ni jawabannya??? Lupa" waktu itu di tanya zat apa saja yang berfungsi sebagai koagulan dalam proses penggumpalan zat pengotor pada pemurnian air sungai. Yah elaah payah dah ni, ilang deh 1 soal :'( . Yang hitungan lumayan. Lumayan apa ni? Lumayan kacau hehhe. Waktu itu d tanyain berapa kedalaman bak sedimentasi agar pengotor dapat mengendap? dapet angkanya sekitar 2 meter. Wah masa iya? pdahal lebar ama panjang bak 2x3 meter. Wah ngga realistis jawabannya.
Ahad, 25 oktober 2009
Bersiap buat minggu ke 2, minggu paling berat. kenapa? karena ada 3 hari ujian yang dalam sehari tuh ada 2 ujian. Spirit mode : ON.
Senin, 26 oktober 2009, 8-10 am
Ujian ProKom, Pemrograman Komputer. Huaahh ribet, ribet, ribet, ribet. Kenapa ribet? seharusnya kuliah yang butuh logika berpikir malah jadi hafalan. Bayangin ajah kalo musti ngehafalin program yang buanyak banget barisnya. Mau tau gimana?? ni contoh program paling singkat.
winapp
real*8 a,b,omega,Pc,Tc,R,Vnol,dV,tolV,s,alfa,V
common/EOS/a,b,omega,Pc,Tc,R,Vnol,dV,tolV,s,alfa,P,T
integer ITER,itermax
logical ok
c data-data main program
Tc=425.5
t=500
p=40
Pc=37.47348
R=0.08206
tolv=0.001
dv=0.01
vnol=R*T/P
omega=0.1931
Itermax=50
iter=0
c Looping
ok=.false.
while (.not.ok)do
iter=iter+1
call hitungF (Vnol,Fnol)
call hitungF (Vnol+dv,Fp)
calL hitungF (Vnol-dv,Fm)
Faks= (fp-fm)/2/dv
v1= Vnol-Fnol/Faks
if (abs(v1-vnol).gt.tolv)then
vnol=v1
else
v=v1
ok=.true.
iter=itermax+1
end if
write(*,*) iter,V1,Fnol
endwhile
c hasil akhir iterasi
write(*,*) 'Hasil iterasi V :',V,'Liter'
end
c Task 1
c Finding spesific Volume using Newton-Raphson Method)
c Birthy Lastio R TK 32339
c ====================================================
c Iterasi
c ====================================================
c Jumlah iterasi Vnew F(v)
c ====================================================
c 1 0.579749 -9.12120
c 2 0.605653 0.208749
c 3 0.600456 -6.710550E-02
c 51 0.600287 -2.027484E-03
c Hasil iterasi V : 0.600287377834 Liter
kebayang kan gimana rasanya menghafal baris demi baris program yang panjang kaya gitu?? Wuah, punya otak 2 ajah rasanya masih ga cukup.
Jadi dari awal sifat ujiannya undian. Undian ini menentukan tugas mana yang harus di kerjakan ulang (selama kuliah di beri tugas2 yang harus di kerjakan). Tugasnya berurutan mulai dari tugas 2, tugas 3, tugas 4 dan tugas 5. Level kesulitan nya bertambah mulai dari yang mudah adalah tugas 2 dan yang tersulit adalah tugas 5. Jadi tamatlah yang sampai mendapatkan tugas 5 (sebenarnya buat orang2 yang 'sakti' sih ga masalah karena mengerjakannya sesuai alur berpikir bukan hafalan).
Sampai kampus benar-benar ngga tenang. karena undian jadi ngga tau soal yang bakal di hadapi nantinya. begitu giliran ambil undian tiba, tangan ini bergetar hebat (agak lebay sih sebenarnya :p) tapi beneran gemetar sampai mas yang pegangin gelas berisi gulungan kertas undian bilang "Santai aja de' jangan gemetaran gitu" duh jadi malu nih. Akhirnya Duerrr!!! Dapet tugas 3, yah bisa di bilang ini tugas intermediet ato tingkat kesulitannya level pertengahan. Langsung aja buru-buru ke komputer, nulis deh baris programnya. Tapi namanya manusia yang tak sempurna (cieee) adaaaaa ajah yang kelupaan. Akibatnya program ngga bisa jalan. Noba buat berpikir apaaaaaa gitu yang kurang tapi tetep ajah ga bisa inget juga. sampe keringetan, pdahal laboratorium komputer ber-AC :p . sempat terpikir buat nyolokin flash disk ke komputer tapi Alhamdulillah Allah masih jaga diri ini dari perbuatan tak jujur (ga maksud nyombong lho). Dia memberiq rasa takut ^^. 2 jam duduk diam termenung tanpa hasil (bikin pengen nangis ajah :'( ). Akhirnya karena satu-satu temen-temen udah meninggalkan lab ya udah, Pasrah ajah. Dengan langkah gontai, nyawa setengah melayang dan otak panas karena di paksa berpikir keras ujian ini bisa di beri nilai Nol besar karena program sama sekali ngga bisa di jalankan.
Senin, 26 oktober 2009, 11am-1pm
Ujian PIK 2, PIK tuh singkatan dari Proses Industri Kimia. Ujian ini bisa jadi penghibur atas kegagalan ujian prokom tadi, kenapa? Karena dosennya baik, soal ujian sama tugas yang di berikan benar-benar mirip ^^. Mahasiswa mana yang ngga seneng kalo dapet mata dosen kaya gini. Tapai, ada tapinya lho, ujiannya jumlah soalnya banyak banget, 5 soal sih, tapi tiap soal beranak 5 jadi total soal hitungan yang harus di kerjakan ada 25 soal. bayangkan 25 soal hitungan di kerjakan dalam 1,5 jam!!!
soal-soalnya berkisar tentang reaksi kimia. tentang
CH4 + H2O <======>CO+3H2
yang ditanyakan tuh berapa konversi CH4 dan H2O dalam berbagai kondisi, soal no 1 perbandingan rasio nya yang berubah-ubah, soal no 2 Tekanan sistem yang berubah, dan no 3 Suhu reaksi yang berubah. Dari segi teori sih ngga ada masalah cuma aku ngga punya kalkulator yang bisa trial n error jadi daripada waktu habis buat nyari sesuatu yang ngga pasti (namanya juga trial n error) jadi aq ambil asumsi aja nilai x (konversi) dengan modal kira-kira ^^. Mudah2an bapak dosen memberi kelapangan buatq.
Selasa, 27 oktober 2009, 2-4pm
Ujian hari ini OPB, Operasi Pemisahan Bertingkat. Yang dipelajari tentang menara distilasi, mencari jumlah stage/plate untuk sebuah menara distilasi dengan 2 jenis grafik yaitu McCabe-Thiele dan Ponchon-Savarit. Perbedaannya adalah untuk McCabe-Thiele grafiknya perlu komposisi zat pada fase uap dan cair, sedangkan untuk Ponchon-Savarit di tambahkan dengan grafik Entalpi masing-masing zat. Awal mulanya sama, diharuskan mencari jumlah mol pada produk distilat (ptoduk atas) dan produk yang di reboiler (produk bawah) serta jumlah umpan yang masuk ke menara distilasi. Distilasi sendiri adalah proses pemisahan 2 atau lebih zat dengan berprinsip pada perbedaan volatilitas (kemudahan menguap)
Begitu dapat soal "wah, lumayan gampang" tapi ternyata soal pertama membutuhkan waktu 1,5 jam sendiri untuk membuat 5 grafik di kertas milimeter blok. wah terlalu wasting time, akhirnya soal untuk no 2 cuma bisa di kerjakan setengahnya karena kehabisan waktu. HUaaaaaaaaaa ga bisa perfect deh :'( .
Rabu, 28 oktober 2009, 11am-1pm
Ujian PT, Proses Transfer. Intinya GAGAL, aq sendiri bingung mau mendeskripsikan mata kuliah ini seperti apa yang jelas melibatkan persamaan-persamaan diferensial yang sangat,sangat tidak bersahabat.
Rabu, 28 oktober 2009, 2-4pm
Ujian ke 2 hari rabu ini adalah Energi terbarukan, yah tentu saja mempelajari tentang energi terbarukan seperti angin, surya, air, dll. secara umum energi ini akan di konversikan menjadi energi listrik. Bahan yang di pelajari berasal dari presentasi teman-teman ketika kuliah. karena sebelum UTS yang di presentasikan hanya dari 3 kelompok yang membahas Energi Surya, Energi Angin, dan Energi gelombang air laut. Energi surya menggunakan sel Fotovoltaik untuk pembangkit listrik, sedangkan energi Angin menggunakan turbin sebagai sumber dan Pelamis untuk memanfaatkan tenaga gelombang air laut. Overall mudah lah karena hanya hafalan.
Kamis, 29 oktober 2009, 11am-1pm
Ujian ke 3 dari terakhir, Energi tidak terbarukan. Tentu ajah belajar tentang Minyak bumi, gas alam, n batubara. Tapi materi sebelum UTS ini hanya seputar minyak bumi, produk dan turunannya. Hafalan sih, tapi bahannya sangat banyak. Wuhuu khas dari Pak Suryo. Belajar dari soal-soal tahun lalu. yah untuk pemberitahuan saja cadangan minyak bumi di Indonesia ini sekitar 9 miliar Barel sedangkan produksinya sampai saat ini adalah 500 juta barel maka dalam jangka waktu 18 tahun lagi maka minyak bumi di Indonesia ini akan habis. Hmmm ayo' kita sam-sama mendukung program pemerintah untuk mengurangi konsumsi minyak bumi sebagai penghasil energi utama.
Ujiannya?? wah rada kacau. Keluar deh pertanyaan tentang angka cetan padahal yang di pelajari semalam tentang angka oktan. yang lain lagi tentang aditif dari minyak pelumas, padahal udah nyari di internet tapi pas mau ujian malah lupa. Haduuh masa iya karena umur jadi pelupa? kan baru 20 taun. Trus ada juga soal tentang sejarah Pertamina mulai dari jaman penjajahan Belanda sampai jadi PT Pertamina. Gak q tulis tahun kjadiannya, cuma urut-urutan kejadiannya aja, habis lupa sih :p .
Kamis 29 oktober 2009, 2-4pm
Ujian Menejemen. Loh kq teknik kimia belajar menejemen? iah boleh dong tapi lingkupnya berbeda. Kalo kata temenq yang anak akuntansi sih menejemen yang q pelajari sifatnya industrial.
Sifatnya Open makalah ^^. Jadi waktu kuliah di bagi kelompok-kelompok presentasi dan setiap kelompok membuat satu makalah. Waktu ujian emang di suruh bawa hard copy dari makalah-makalah itu n asli soalnya keluar dari makalah ^^. ada soal hitungan yaitu menentukan biaya minimum untuk mengirimkan barang dari gudang ke konsumen. dapet sih hasilnya tapi kq beda ama punya temen-temen. Tapi ada yang kurang, aq ngga sempat buat nulis artikel karena kehabisan waktu. terlalu banyak habis untuk menghitung biaya transportasi. padahal makalahq menarik loh mau liat ??
Bila Anda pernah melahap cerita-cerita hikayat atau mitos — baik dari dunia Timur seperti kisah Pandawa Lima dari Mahabharata, dari dunia Barat seperti mitos Hercules atau Odysseus, dari dunia dongeng seperti kisah Snow White dan Cinderella, dari dunia silat seperti kisah Kwee Ceng atau Thio Bu-ki, atau kisah dari dunia antar galaksi seperti Luke Skywalker dalam Star Wars, atau dongeng masa kini seperti kisah Frodo dalam Lord of the Rings dan Harry Potter — Anda akan menemukan sebuah benang merah dari cerita-cerita tersebut. Kesamaan tersebut terletak pada jalan hidup para pahlawan-pahlawan yang oleh ahli mitologi Joseph Campbell disebut Hero’s Journey.
Jalan hidup para pahlawan tersebut, menurut Campbell, selalu melewati 6 tahap penting: innocence, the call, initiation, allies, breakthrough, dan celebration. Pada tahap innocence, mereka adalah orang biasa. Kemudian mereka tiba-tiba mendapatkan panggilan hidup (the call) yang tidak bisa ditolak. Panggilan tersebut mengharuskan mereka melewati cobaan-cobaan berat (initiation). Untuk melewati cobaan tersebut, mereka sering dibantu beberapa teman-teman setia (allies) yang akhirnya membawa mereka mencapai terobosan (breakthrough) dan keberhasilan (celebration).
Keenam tahap tersebut bisa juga dianalogikan dengan perjalanan hidup manusia, mulai dari keberadaan di dalam rahim ibu (innocence), kelahiran (the call), kerentanan sebagai seorang bayi (initiation), keberadaan orang tua sebagai pelindung (allies), belajar mandiri (breakthrough), dan menjadi mandiri (celebration). Tahap tersebut kemudian berulang lagi ketika kita menginjak usia remaja, dewasa, paro baya, dan usia senja.
Kisah para pahlawan tersebut memang kisah fiktif, tetapi kisah mereka adalah kisah kita semua. Kita mengidolakan mereka karena di alam bawah sadar, kita bisa mengidentifikasikan kisah-kisah mereka dengan pergelutan kita sendiri. Dan tentu saja kisah para pahlawan tersebut juga merupakan kisah para inovator dan wiraswasta. Untuk berhasil, tidak ada jalan pintas. Jangan pernah percaya akan janji-janji yang bisa menawarkan Anda kesuksesan dengan cepat tanpa cucuran keringat (dan sering keringat tersebut adalah keringat dingin). Semua kisah sukses harus melewati tahapan-tahapan tersebut yang jelas tidak semuanya memberikan kegembiraan.
Dalam dunia inovasi dan kewiraswastaan, tahap innocence bisa diibaratkan dengan kehidupan kita yang sebelumnya tenang-tenang saja mengikuti arus. Tiba-tiba sebuah ide cemerlang atau krisis datang, yang juga sekaligus menandai kedatangan fase the call. Ide atau krisis tersebut hadir sedemikian kuatnya sehingga kita terpaksa bertindak. Namun kita ternyata menghadapi banyak halangan dan cobaan. Ide yang kita anggap bagus, ketika coba dijual ke orang lain, ternyata hanya disambut dengan cibiran atau sikap masa bodo. Itulah tanda-tanda bahwa kita telah masuk ke tahap initiation. Tahap ini sangat berbahaya karena banyaknya calon pahlawan yang kembali menjadi orang biasa karena tidak berhasil melewati fase ini. Di sinilah dibutuhkan allies untuk membantu kita. Sukses tidak bisa datang dengan berjuang seorang diri. Snow White membutuhkan tujuh kurcaci, Frodo membutuhkan Sam dan kelompok yang dipimpin penyihir Gandalf, dan Kwee Ceng membutuhkan Oey Yong. Anda juga harus mencari para pendukung setia Anda. Tanpa itu, perjalanan berat tersebut mungkin tidak bisa Anda lalui.
Jika Anda berhasil menemukan allies, dengan bantuan mereka, Anda baru bisa mencapai fase breakthrough. Ide atau inovasi Anda mulai diterima, walau belum secara luas. Tetapi dengan ketabahan dan strategi yang benar, ide Anda akan semakin diterima sehingga bisa mencapai tingkatan terakhir, celebration.
Untuk perusahaan, perjalanan yang sama dalam memperkenalkan produk baru ke pasaran juga harus melewati siklus serupa. Inovasi baru belum tentu diterima pasar dengan tangan terbuka. Tahap inisiasi dalam bentuk the chasm-nya Gordon Moore selalu penuh dengan jebakan (baca juga: Inovasi, Lewatilah Jurang Ini!). Untuk melewati jebakan tersebut, perusahaan harus menjalin aliansi dan kerja sama dengan pihak-pihak luar untuk mempercepat penetrasi produknya. Aliansi tersebut juga bisa melibatkan para calon konsumen dengan melibatkan mereka dalam proses pengembangan produk baru, misalnya melalui prototyping atau mengundang para lead users. Setelah aliansi terjalin, dan diiringi dengan strategi peluncuran produk baru yang benar, keberhasilan baru akan mendekat.
Perjalanan melewati keenam tahap tersebut tentu membutuhkan waktu. Anda mungkin tidak sabar dan ingin cepat-cepat tiba di tujuan. Tetapi itu tidak mungkin. Karena itu, berusahalah melewati setiap tahap dengan gembira karena setiap tahap sebenarnya menawarkan kita hadiah besar. Tahap innocence memberi kita kesempatan melakukan refleksi diri. The call memberi kita motivasi untuk bergerak maju. Initiation memberi kita pelajaran berharga, termasuk pelajaran melalui kegagalan dan cucuran air mata. Tahap ini juga sering memaksa kita mendefinisi ulang hidup dan prioritas kita. Allies memberikan kita dukungan untuk terus maju dan membantu kita melihat masalah melalui perspektif yang berbeda. Breakthrough membawa kita ke dunia dan pengalaman baru. Dan tahap terakhir celebration memberi kita kepuasan jiwa dan kegembiraan. Setelah itu, Anda akan masuk lagi ke tahap innocence yang memungkinkan Anda menyaring pelajaran dari perjalanan terdahulu untuk membantu perjalanan Anda yang berikutnya.
Karena itu, ketika Anda bercermin, lihatlah diri seorang pahlawan dalam cermin tersebut. Jalan hidup para pahlawan adalah jalan hidup Anda juga. Jalanilah hidup seperti mereka. Maju terus tetapi jangan pernah mengharapkan perjalanan yang mulus. Perjalanan penuh rintangan adalah ujian buat Anda agar semakin kuat dan dewasa. Jangan takut juga menempuh jalan yang jarang ditempuh orang lain. Para inovator selalu menempuh jalan yang jarang dilewati orang lain.
dari www.nexusnexia.com
Jum'at, 30 oktober 2009, 1-3pm
Finally, The last test, PerPan, Perpindahan Panas. Pasti dooong belajar bagaimana panas itu bisa berpindah dari satu zat ke zat lainnya. Caranya lewat Konduksi, Konveksi dan Radiasi. Soalnya hmmm pokoknya set set set hehehehehehehehehe
padahal ada yang lupa rumusnya, itu tuh rumus Gresolf (lupa tulisan yang benernya) akhirnya di lembar jawaban q tuis ajah "maaf bu lupa rumusnya" jadi akhirnya nilai dari bilangan Gr nya di asumsi n aq ambil nilai 300, ga tau kenapa bisa tercetus nilai segitu :p . Trus juga nyaris kejebak, nyaris ngga pakai grafik untungnya Allah menyadarkanq dengan mendatangkan pikiran "ngapain di kasih grafik kalo ujung2nya gak di pake". Terima Kasih ya Allah. yah Overall bisa keluar ruangan dengan SENYUM :)
Ahhh akhirnya...yah gitu deh perjalanan berkutat dengan ujian selama 2 minggu. Masih ada yang kurang sih yaitu ujian Agama Islam. So, buat temen-temen yang baca minta do'anya yah buat ujian nanti. Sekian dulu ceritanya hehehehehehe.