Mau nulis lagi nih, satu ilmu pengetahuan umum yang ku dapat dari kuliah. Jadi waktu tu dosenku bertanya sama mahasiswanya “Anda tau suhu tubuh manusia itu normalnya berapa?” beberapa ada yang jawab “35 °C, pak ” ada juga yang jawab “37 °C”. Lalu kemudian pak dosen berkata “ya, benar suhunya di sekitar 37 °C”. Kemudian beliau bertanya lagi “Saudara merasakan tidak? Suhu jogja akhir-akhir ini begitu panas? Kira-kira sampai 35 °C”. “nah, apakah saudara tahu kenapa saat suhu di luar itu 30-35 °C kita masih merasa kepanasan? Padahal suhu di luar masih rendah daripada suhu tubuh kita sedangkan saat ada di ruangan ber-AC yang suhunya di sekitar 25 °C kita merasa dingin?” nah loooo, lumayan nih buat pengetahuan baru. Dari penjelasan Pak dosen tadi bisa aku ceritakan jawaban logis nya.
Jadi gini, panas yang dihasilkan oleh tubuh kita akan menjalar keluar secara konveksi (perpindahan panas dari satu zat ke zat lainnya dan zat tersebut fasenya berbeda). Nah, panas ini akan berpindah dari tubuh kita (yah bias di katakan tubuh kita ini padat atau cair karena secara fisiologi ilmu anatomi tubuh manusia terdiri dari 80% air) ke lingkungan luar di mana udara luar fasenya adalah gas. Persamaan perpindahan panas Konveksi adalah sebagai berikut :
Q = h A (T-Tu)
Q = Panas konveksi yang keluar dari tubuh
h = koefisien perpindahan panas konveksi
A = Luas permukaan benda (tubuh manusia)
T = Suhu di dalam benda (tubuh manusia)
Tu = Suhu lingkungan atau suhu udara sekitar
Ambil saja asumsi bahwa nilai h di kalikan A adalah 1, maka variable yang berpengaruh adalah selisih antara T (suhu tubuh) dengan Tu (suhu udara sekitar). Jika suhu tubuh manusia dianggap tetap yaitu 37 °C maka suhu di luar akan sangat berpengaruh pada jumlah panas yang dapat keluar dari tubuh manusia. Misalkan saja suhu udara luar adalah 35 °C maka selisih ( T – Tu ) akan sebesar 2 satuan, maka nilai Q (panas yang keluar dari dalam tubuh adalah sebesar 2 satuan panas. Lalu di misalkan lagi suhu udara luar adalah 25 °C (ruangan ber-AC), maka nilai Q yang di dapat adalah 37-25 = 12 satuan panas. Nah, dari 2 keadaan tadi bisa kita lihat bahwa panas yang keluar dari tubuh kita akan lebih banyak keluar saat selisih suhu tubuh kita dengan suhu udara luar memiliki nilai yang besar. Itulah mengapa saat udara luar panas kita merasa kepanasan karena panas yang keluar dari tubuh kita sedikit sedangkan pada ruangan yang suhunya jauh lebih rendah dari suhu tubuh manusia, kita merasakan dingin karena panas yang keluar lebih banyak.
Haha, sekian analisis berbasis teknik yang sedikit sok tahu, ngawur dan ngelantur ^^ hehehehehehehe
Semoga saja bisa bermanfaat. Amiiiiiiiiiiiinnn ^^
Jadi gini, panas yang dihasilkan oleh tubuh kita akan menjalar keluar secara konveksi (perpindahan panas dari satu zat ke zat lainnya dan zat tersebut fasenya berbeda). Nah, panas ini akan berpindah dari tubuh kita (yah bias di katakan tubuh kita ini padat atau cair karena secara fisiologi ilmu anatomi tubuh manusia terdiri dari 80% air) ke lingkungan luar di mana udara luar fasenya adalah gas. Persamaan perpindahan panas Konveksi adalah sebagai berikut :
Q = h A (T-Tu)
Q = Panas konveksi yang keluar dari tubuh
h = koefisien perpindahan panas konveksi
A = Luas permukaan benda (tubuh manusia)
T = Suhu di dalam benda (tubuh manusia)
Tu = Suhu lingkungan atau suhu udara sekitar
Ambil saja asumsi bahwa nilai h di kalikan A adalah 1, maka variable yang berpengaruh adalah selisih antara T (suhu tubuh) dengan Tu (suhu udara sekitar). Jika suhu tubuh manusia dianggap tetap yaitu 37 °C maka suhu di luar akan sangat berpengaruh pada jumlah panas yang dapat keluar dari tubuh manusia. Misalkan saja suhu udara luar adalah 35 °C maka selisih ( T – Tu ) akan sebesar 2 satuan, maka nilai Q (panas yang keluar dari dalam tubuh adalah sebesar 2 satuan panas. Lalu di misalkan lagi suhu udara luar adalah 25 °C (ruangan ber-AC), maka nilai Q yang di dapat adalah 37-25 = 12 satuan panas. Nah, dari 2 keadaan tadi bisa kita lihat bahwa panas yang keluar dari tubuh kita akan lebih banyak keluar saat selisih suhu tubuh kita dengan suhu udara luar memiliki nilai yang besar. Itulah mengapa saat udara luar panas kita merasa kepanasan karena panas yang keluar dari tubuh kita sedikit sedangkan pada ruangan yang suhunya jauh lebih rendah dari suhu tubuh manusia, kita merasakan dingin karena panas yang keluar lebih banyak.
Haha, sekian analisis berbasis teknik yang sedikit sok tahu, ngawur dan ngelantur ^^ hehehehehehehe
Semoga saja bisa bermanfaat. Amiiiiiiiiiiiinnn ^^
